Kiki Sulistyo, Catatan-catatan Kecil, dan Keberjarakan dengan Ampenan

Ilham Rabbani, lahir di Lombok Tengah, 9 September 1996. Aktif di komunitas sastra Jejak Imaji, Kelas Sunyi, dan Forum Apresiasi Sastra (FAS) LSBO PP Muhammadiyah. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Sekolah Menulis Balai Bahasa DIY angkatan I (2016). Saat ini menempuh studi di Pascasarjana Ilmu Sastra, Universitas Gadjah Mada (UGM). Beralamat di Jagalan, Banguntapan, Bantul, D.I. Yogyakarta.
Ilham Rabbani

“Memanglah, sebuah panggilan membutuhkan jarak.“ Kiki Sulistyo Lebih kurang dua tahun sebelum buku Di Ampenan, Apa Lagi yang Kau Cari? ini diterbitkan oleh Basabasi dan…

Selengkapnya Kiki Sulistyo, Catatan-catatan Kecil, dan Keberjarakan dengan Ampenan

Fragmen-Fragmen Rindu Buat Abah dan Puisi-Puisi Lainnya

Yohan Fikri M, lahir di Ponorogo, 01 November 1998. Penulis merupakan alumnus Pondok Pesantren HM Putra Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri. Mahasiswa aktif di Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Universitas Negeri Malang, serta santri di Ponpes Miftahul Huda Gading, Malang. Bergiat di Komunitas Sastra Langit Malam. Puisi-puisinya termuat di berbagai media daring, dan dalam beberapa antologi bersama, antara lain: Babu Tetek (Penerbit Kuncup, 2018), Santri (Penerbit Sulur, 2019), Sajak Perempuan (Langgam Pustaka, 2020), Eediteik 2 (SIP Publishing, 2020), dan Memasak Ra’a Rete (Jejak Publisher, 2020). Artikelnya pernah dimuat di Journal Kawruh: Journal Of Languange Education, Literature, and Local Culture, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo. Menjuarai beberapa kompetisi, antara lain: Juara 2 Lomba Cipta Puisi “Santri” dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional 2019 diselenggakan oleh Pilihanrakyat.id dan Penerbit Sulur, Juara 1 Lomba Menulis Puisi Tingkat Nasional BATCH 2 diselenggarakan oleh Ruang Kreasi tahun 2020, Juara 1 Lomba Cipta Puisi Nasional 2020 KORPS HMI-Wati Cabang Cirebon,Juara 1 Lomba Cipta Puisi Nasional 2020 Jagat Kreasi Mahasiswa, Universitas Negeri Malang. Bisa disapa melalui email: yohanfikri20@gmail.com, atau Instagramnya: @yohan_fvckry
Yohan Fikri M.
Latest posts by Yohan Fikri M. (see all)

FRAGMEN-FRAGMEN RINDU BUAT ABAH —untuk Abah, Mohammad Mislan Ahmadi /di surau Di surau itu, gertak lantang suaramu, serta dentum tabuh bedugmu, pernah menciutkan nyalang nyaliku.…

Selengkapnya Fragmen-Fragmen Rindu Buat Abah dan Puisi-Puisi Lainnya

Membaca Maut dan Sepilihan Puisi Lainnya Agung Wicaksana

Agung Wicaksana lahir pada 15 September 2000 di Surabaya, Jawa Timur. Buku puisi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini bertajuk Fanatorium (2017). Puisi-puisinya tersebar di media cetak maupun maya.
Agung Wicaksana
Latest posts by Agung Wicaksana (see all)

Epifani Taman Bungkul I/ Kau sampai di sini. Ketika bangku-bangku kosong Cabang berbuah merupa silsilah dan hujan memeluk tanah Aku menerimamu kembali sebagai ranting-ranting terkulai…

Selengkapnya Membaca Maut dan Sepilihan Puisi Lainnya Agung Wicaksana

Sejangkap Kepala yang Meledak

Maya Sandita, sutradara, aktor, dan penulis. Alumnus prodi seni teater ISI Padangpanjang (2019). Berdomisili di Batam. Tergabung dalam FPL, KOPI TANDA, PCRBM, Bagindo Rajo, dan Teater Ode Batam. Beberapa cerpennya pernah diterbitkan dalam antologi juga media cetak lokal dan nasional. Cerpen terbarunya Penabur Bunga – Republika (2019), Lelaki di Bawah Lampu Jalan – Kompas (2020), dan Cokelat Pasir Pantai Bibir Ibu Media Indonesia (2020). Peraih juara 1 dalam Lomba Menulis Cerita Rakyat Berbahasa Minangkabau tingkat provinsi yang diadakan oleh Disbud Sumatera Barat, dengan judul cerita Batu Godang Putaran Toluak. Maya bisa dihubungi via Instagram @sanditaisme , Facebook Maya Sandita, E-mail sanditacorp@gmail.com dan ponsel/WA 0812-6861-9199.
Maya Sandita
Latest posts by Maya Sandita (see all)

Pria berangkat kerja dengan perasaan kacau luar biasa. Sepasang cincin yang ia rencanakan jadi hiasan di jari manisnya dan Hanpuan – jadi perkara. Pria, nama…

Selengkapnya Sejangkap Kepala yang Meledak

Episode Karna dan Puisi-puisi Lainnya

Galuh Kresno, lahir di Cilacap, 23 September 1997. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Anggota Komunitas Penyair Institute (KPI), Serayu Institute Purwokerto, Kalatidha Institue. Saat ini sedang disibukan dengan tugas akhir, dan aktivitas lain sebagai tukang kebun. Tinggal di Desa Panulisan Timur, Kec. Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. No. HP 082135691352. Beberapa karyanya pernah dimuat di Radar Banyumas, Harian Rakyat Sultra, Magelang Ekspres, Minggu Pagi, Harian Fajar Makassar, Biem.co, dan Sahabat Keluarga. Penulis berpartisipasi dalam antologi puisi Kelahiran Kedua, Arun, Kepada Toean Dekker, dan lain-lain.
Galuh Kresno
Latest posts by Galuh Kresno (see all)

Gali Indit bari cicing, milampah teu ngaléngkah· . Di kening kamera aksi menyala nyalang kedap-kedip menatap badan bumi, cangkul mengeruk tanah, buka lubang keliling Beringin…

Selengkapnya Episode Karna dan Puisi-puisi Lainnya

Penggalian Simbol Puisi Transformasi dalam Sketsa

Widya Prana Rini, kelahiran Banjarnegara, 8 Januari 1991. Alumni Pascasarjana Ilmu Sastra, UGM 2017. Aktif di komunitas sastra Jejak Imaji. Mengilustrasikan beberapa antologi puisi baik sketsa maupun cover buku. Karya sadurannya terpilih dalam kompetensi Alih Aksara. Alih Bahasa, Saduran, dan Kajian Naskah Nusantara berbasis kompetensi dan diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional. Puisinya pernah terpilih dalam ajang Pertemuan Penyair Nusantara 2019 yang diselenggarakan di Kudus. Saat ini, aktif di Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhammadiyah.
Widya Prana Rini

Masa-masa kuliah, gallery adalah taman bermain rutin untuk dikunjungi tiap Minggu. Berdiskusi tentang karya di komunitas seni rupa Perahu art dan komunitas sastra Jejak imaji.…

Selengkapnya Penggalian Simbol Puisi Transformasi dalam Sketsa

Dari Kacamata yang Lain: Menilik ‘Gerak-gerik’ dan Upaya Resistansi Waria di Indonesia

Ilham Rabbani, lahir di Lombok Tengah, 9 September 1996. Aktif di komunitas sastra Jejak Imaji, Kelas Sunyi, dan Forum Apresiasi Sastra (FAS) LSBO PP Muhammadiyah. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Sekolah Menulis Balai Bahasa DIY angkatan I (2016). Saat ini menempuh studi di Pascasarjana Ilmu Sastra, Universitas Gadjah Mada (UGM). Beralamat di Jagalan, Banguntapan, Bantul, D.I. Yogyakarta.
Ilham Rabbani

Judul               : Rumah Ilalang Penulis             : Stebby Julionatan Penerbit           : Basabasi Edisi                : I, September 2019 Tebal               : 136 hlm. ISBN               : 978-623-7290-23-0 Paruh kedua…

Selengkapnya Dari Kacamata yang Lain: Menilik ‘Gerak-gerik’ dan Upaya Resistansi Waria di Indonesia

Pada Sebatang Sungai dan Puisi-Puisi Lainnya

Bayu Aji Setiawan, berasal dari Siak Sri Indrapura, Riau. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Bergeliat di Studio Pertunjukan Sastra (SPS), Kelas Sunyi, Komunitas Madah, dan Jejak Imaji. Saat ini menjadi bagian dari Penerbit Circa. Dapat berkorespondensi melalui Whatsapp: 085315816871, Instagram: @ajisetiawanbayu, Facebook: Bayu Aji Setiawan, atau Sur-el: bayuajisetiawan226@gmail.com
Bayu Aji Setiawan
Latest posts by Bayu Aji Setiawan (see all)

Pada Sebatang Sungai . Pada sebatang sungai yang mengalirkan air dari hulu ke hilir dari pinggir, seorang ahli nujum berserah diri bersimpuh melipat kedua kaki…

Selengkapnya Pada Sebatang Sungai dan Puisi-Puisi Lainnya

Kemiskinan, Dangdut dan Inferioritas Perempuan

Hendrik Efriyadi. Tulisannya pernah tayang di sejumlah media. Saat ini tengah mempersiapkan kelahiran antologi puisi tunggalnya. Penulis dapat dihubungi melalui Email: Hendrik.efriyadi94@gmail.com dan Hp: 082135268358.
Hendrik Efriyadi

Sudah menjadi rahasia umum, kemiskinan terus mengangkangi sebagian besar masyarakat Indonesia di berbagai daerah, mulai dari Sabang sampai Merauke, tidak terkecuali Indramayu. Membaca novel Kelir…

Selengkapnya Kemiskinan, Dangdut dan Inferioritas Perempuan

Janus

Risen Dhawuh Abdullah, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia di Universitas Ahmad Dahlan. Menulis puisi dan cerpen. Karyanya tersiar di berbagai media cetak maupun daring. Buku antologi cerpen pertamanya: Aku Memakan Pohon Mangga. Berdomisili di Bantul dan bergiat di komunitas belajar sastra Jejak Imaji.
Latest posts by Risen Dhawuh Abdullah (see all)

Dari Majalah New York             Mangkuk yang sempurna. Mungkin itu tidak akan Anda pilih jika Anda berhadapan dengan rak mangkuk, dan bukan hal yang pasti…

Selengkapnya Janus

Suatu Pagi yang Mesti Kita Hargai dan Puisi-Puisi Lainnya

Wahyu Hidayat merupakan penulis dari Lampung. Buku terbarunya yang terbit di tahun 2019 adalah Ozlemli Olum. Ia sering memenangkan lomba cipta puisi umum dan nasional. Puisi-puisinya masuk di beberapa media dan antologi ASEAN. Saat ini ia masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Lampung. Alamat: Purwosari, Ratu Abung, Abung Selatan, Lampung Utara, Lampung. No Wa/Telepon: 088286562573, IG: Awiyazayan, dan email: wahyuhida1997@gmail.com
Wahyu Hidayat
Latest posts by Wahyu Hidayat (see all)

Suatu Pagi yang Mesti Kita Hargai . pagi yang berlari tak perlu ditarik lagi kalaupun kembali mesti kita dihargai . 1. pagi berkisah tentang mata…

Selengkapnya Suatu Pagi yang Mesti Kita Hargai dan Puisi-Puisi Lainnya

Potret Masyarakat Skizofrenia dalam Sastra

Wahyu Budiantoro lahir di Purwokerto, 10 April. Saat ini ia tercatat sebagai Kepala Sekolah sekaligus pengajar di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) Purwokerto. Beberapa tulisannya, baik esai maupun puisi dipublikasikan di koran Republika, Basabasi.co, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Bali Pos, Solo Pos, Harian Rakyat Sultra, Harian Fajar, Haluan, Minggu Pagi, Radar Mojokerto, Radar Banyumas, Analisa, Banjarmasin Post, Simalaba, Satelit Post, Nusantaranews.co, LP Maarif NU Jawa Tengah, Antologi Puisi Sastra Reboan, Antologi Puisi Banjarbaru Rainy Day Festival, Balai Bahasa Jawa Tengah (2019) dan Bulan Bahasa UGM (2019) dll. Buku pertamanya berjudul Aplikasi Teori Psikologi Sastra: Kajian Puisi dan Kehidupan Abdul Wachid B.S. (Kaldera Press, 2016). Saat ini sedang menyelesaikan naskah buku kedua tentang sastra dan komunikasi transenden. Dapat dihubungi via akun instagram @wahyubudiantoro10 dan email budiantoro.wahyu@yahoo.co.id.
Wahyu Budiantoro
Latest posts by Wahyu Budiantoro (see all)

Habermas, tokoh postmodern, pada tahun 90-an telah melihat bahwa agama kehilangan pesona religiusnya. Orang telah mengubah cara pandangnya, menjadi rasional dan modern, tak terkecuali di…

Selengkapnya Potret Masyarakat Skizofrenia dalam Sastra