Membaca Maut dan Sepilihan Puisi Lainnya Agung Wicaksana

Agung Wicaksana lahir pada 15 September 2000 di Surabaya, Jawa Timur. Buku puisi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini bertajuk Fanatorium (2017). Puisi-puisinya tersebar di media cetak maupun maya.
Agung Wicaksana
Latest posts by Agung Wicaksana (see all)

Epifani Taman Bungkul I/ Kau sampai di sini. Ketika bangku-bangku kosong Cabang berbuah merupa silsilah dan hujan memeluk tanah Aku menerimamu kembali sebagai ranting-ranting terkulai…

Selengkapnya Membaca Maut dan Sepilihan Puisi Lainnya Agung Wicaksana

Siapa Pelopor Penyair Yogya?

Latief S. Nugraha, carik di Studio Pertunjukan Sastra. Buku karyanya; Menoreh Rumah terpendam (Interlude, 2016), Sepotong Dunia Emha (Octopus, 2018), Pada Suatu Hari yang Mungkin Tak Sebenarnya Terjadi (Interlude, 2020).
Latief S. Nugraha
Latest posts by Latief S. Nugraha (see all)

Menelusuri arah sejarah perkembangan dan dinamika sastra Indonesia di Yogyakarta, ketika digali lagi ternyata masih banyak hal yang terlewat dan luput dari catatan. Agak susah…

Selengkapnya Siapa Pelopor Penyair Yogya?

Pledoi dalam Kelas: Sejarah, Cinta, Rindu, dan Kenangan

Admin adalah orang yang rendah hati, terbukti ia bekerja di belakang meja, kalau di atas sulit. Admin menerima segala bentuk pemberian dengan tangan terbuka.
admin

Antologi puisi Pledoi dalam Kelas menawarkan empat hal yang kerap hadir dalam kehidupan yaitu sejarah, cinta, rindu, dan kenangan. Tema ini memang sudah tidak asing…

Selengkapnya Pledoi dalam Kelas: Sejarah, Cinta, Rindu, dan Kenangan