Indonesia Menari

Aprinus Salam, selain menjadi staf pengajar di program sarjana, pascasarjana, dan doktoral di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM), saat ini ia juga menjadi Kepala Pusat Studi Kebudayaan (PSK), sebuah lembaga yang memiliki fokus kajian kebudayaan di UGM.
Dr. Aprinus Salam
Latest posts by Dr. Aprinus Salam (see all)

Menari, dalam berbagai variannya, bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, juga di belahan negara lain, bukan sesuatu yang istimewa. Akan tetapi, belakangan ini terjadi gerakan cukup…

Selengkapnya Indonesia Menari

Perihal Identitas: Zus Kesi yang Hibrid

Ilham Rabbani, lahir di Lombok Tengah, 9 September 1996. Aktif di komunitas sastra Jejak Imaji, Kelas Sunyi, dan Forum Apresiasi Sastra (FAS) LSBO PP Muhammadiyah. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Sekolah Menulis Balai Bahasa DIY angkatan I (2016). Saat ini menempuh studi di Pascasarjana Ilmu Sastra, Universitas Gadjah Mada (UGM). Beralamat di Jagalan, Banguntapan, Bantul, D.I. Yogyakarta.
Ilham Rabbani

Kedatangan orang-orang Eropa seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda ke Nusantara semenjak abad XVI, tak pelak menimbulkan pertemuan dua kebudayaan besar: Timur dan Barat. Negara…

Selengkapnya Perihal Identitas: Zus Kesi yang Hibrid

Hiperkriminalitas: Teater Teror, Simulakra Kekerasan, dan Kita

Zulfikar RH Pohan, lahir di Aceh dan saat ini berdomisili di Yogyakarta. Sedang menempuh pendidikan di Pascasarsajana CRCS UGM. Email. rihanjul@gmail.com.

Bahkan sebelum manusia diciptakan, malaikat ‘protes’ “ataj’alu fihaa man yufsidu fihaa wa yas fikuddima” manusia dicurigai sebagai perusak dan penumpah darah. Zaman bergerak dan semakin…

Selengkapnya Hiperkriminalitas: Teater Teror, Simulakra Kekerasan, dan Kita

Siapa Pelopor Penyair Yogya?

Latief S. Nugraha, carik di Studio Pertunjukan Sastra. Buku karyanya; Menoreh Rumah terpendam (Interlude, 2016), Sepotong Dunia Emha (Octopus, 2018), Pada Suatu Hari yang Mungkin Tak Sebenarnya Terjadi (Interlude, 2020).
Latief S. Nugraha
Latest posts by Latief S. Nugraha (see all)

Menelusuri arah sejarah perkembangan dan dinamika sastra Indonesia di Yogyakarta, ketika digali lagi ternyata masih banyak hal yang terlewat dan luput dari catatan. Agak susah…

Selengkapnya Siapa Pelopor Penyair Yogya?

Kemiskinan, Dangdut dan Inferioritas Perempuan

Hendrik Efriyadi. Tulisannya pernah tayang di sejumlah media. Saat ini tengah mempersiapkan kelahiran antologi puisi tunggalnya. Penulis dapat dihubungi melalui Email: Hendrik.efriyadi94@gmail.com dan Hp: 082135268358.
Hendrik Efriyadi

Sudah menjadi rahasia umum, kemiskinan terus mengangkangi sebagian besar masyarakat Indonesia di berbagai daerah, mulai dari Sabang sampai Merauke, tidak terkecuali Indramayu. Membaca novel Kelir…

Selengkapnya Kemiskinan, Dangdut dan Inferioritas Perempuan

Potret Masyarakat Skizofrenia dalam Sastra

Wahyu Budiantoro lahir di Purwokerto, 10 April. Saat ini ia tercatat sebagai Kepala Sekolah sekaligus pengajar di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) Purwokerto. Beberapa tulisannya, baik esai maupun puisi dipublikasikan di koran Republika, Basabasi.co, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Bali Pos, Solo Pos, Harian Rakyat Sultra, Harian Fajar, Haluan, Minggu Pagi, Radar Mojokerto, Radar Banyumas, Analisa, Banjarmasin Post, Simalaba, Satelit Post, Nusantaranews.co, LP Maarif NU Jawa Tengah, Antologi Puisi Sastra Reboan, Antologi Puisi Banjarbaru Rainy Day Festival, Balai Bahasa Jawa Tengah (2019) dan Bulan Bahasa UGM (2019) dll. Buku pertamanya berjudul Aplikasi Teori Psikologi Sastra: Kajian Puisi dan Kehidupan Abdul Wachid B.S. (Kaldera Press, 2016). Saat ini sedang menyelesaikan naskah buku kedua tentang sastra dan komunikasi transenden. Dapat dihubungi via akun instagram @wahyubudiantoro10 dan email budiantoro.wahyu@yahoo.co.id.
Wahyu Budiantoro
Latest posts by Wahyu Budiantoro (see all)

Habermas, tokoh postmodern, pada tahun 90-an telah melihat bahwa agama kehilangan pesona religiusnya. Orang telah mengubah cara pandangnya, menjadi rasional dan modern, tak terkecuali di…

Selengkapnya Potret Masyarakat Skizofrenia dalam Sastra

Menyelisik Eksistensi Agama Lokal dalam Karya Sastra

Hadi Prasetyo, Pemelajar sastra dan turunannya. Alumnus Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini sedang memperpanjang status di UGM sebagai mahasiswa Pascasarjana Ilmu Sastra. Bertegur sapa dengannya dapat melalui surel: hadiprasetyo@mail.ugm.ac.id atau Instagram: @hadi.prast.
Hadi Prasetyo
Latest posts by Hadi Prasetyo (see all)

            Apa yang coba disajikan dalam tulisan ini ialah gambaran dari sebuah peristiwa, peristiwa keagamaan dalam kehidupan kenegaraan. Lebih jauh, peristiwa itu bahkan telah menjadi…

Selengkapnya Menyelisik Eksistensi Agama Lokal dalam Karya Sastra

Menemukan Kesucian di Balik Kesunyian

Mohammad Ali Tsabit, lahir di Jenangger, 1 November 1996. Saat ini tinggal di Yogyakarta dan berproses di Komunitas Kutub. Karyanya berupa puisi dan esai dimuat di beberapa media, baik cetak maupun daring. Puisinya juga termaktub dalam kumpulan puisi penyair muda Madura, Ketam Ladam Rumah Ingatan. Agitasi pada Sebuah Pagi (2019) adalah buku puisi tunggalnya.
Mohammad Ali Tsabit
Latest posts by Mohammad Ali Tsabit (see all)

Dalam sajaknya “Sunyi itu Duka”, Amir Hamzah memberi pengertian tentang sunyi. Ia berujar: Sunyi itu duka Sunyi itu kudus Sunyi itu lupa Sunyi itu lampus…

Selengkapnya Menemukan Kesucian di Balik Kesunyian

Kegelisahan, Kierkegaard, Hegel, dan Apa yang Harus Dilakukan

Syafiq Addarisiy, belajar di PP. Assalafiyyah, Mlangi, dan Jurusan Sastra Indonesia UNY. Bergiat di Komunitas Susastra dan Kelompok Melempar Jala. Dapat dihubungi melalui surel: addarisiy13@gmail.com dan Instagram: @syafiqaddarisiy.
Syafiq Addarisiy
Latest posts by Syafiq Addarisiy (see all)

I Tono jatuh cinta pada Tini dan sudah tiga hari ia tak mendapat chat dari si doi. Tono dag-dig-dug dan bertanya-tanya kenapa tak kunjung ada…

Selengkapnya Kegelisahan, Kierkegaard, Hegel, dan Apa yang Harus Dilakukan

Berkenalan dengan (Pikiran) Jacques Ranciere: Kesetaraan Adalah Saat Ini Juga

Admin adalah orang yang rendah hati, terbukti ia bekerja di belakang meja, kalau di atas sulit. Admin menerima segala bentuk pemberian dengan tangan terbuka.
admin

Pernahkah kamu melihat atau mengalami sendiri, misal seorang perempuan yang sedang berada di tempat umum seperti rumah sakit dan bandara kebingungan ingin duduk karena kecapekan?…

Selengkapnya Berkenalan dengan (Pikiran) Jacques Ranciere: Kesetaraan Adalah Saat Ini Juga
Dunia Sunyi Monolog di Yogyakarta

Dunia Sunyi Monolog di Yogyakarta

Admin adalah orang yang rendah hati, terbukti ia bekerja di belakang meja, kalau di atas sulit. Admin menerima segala bentuk pemberian dengan tangan terbuka.
admin

“Sejarah” drama monolog di Yogyakarta bahkan di Indonesia adalah sejarah minoritas, baik secara kuantitatif (jumlah pelaku, tingkat keseringan atau frekuensi pentas), maupun secara kualitatif (pencapaian…

Selengkapnya Dunia Sunyi Monolog di Yogyakarta
Bayu Bening

Monolog dan Keaktoran yang Mustahil

Admin adalah orang yang rendah hati, terbukti ia bekerja di belakang meja, kalau di atas sulit. Admin menerima segala bentuk pemberian dengan tangan terbuka.
admin

Tulisan ini sejatinya berusaha menjelaskan bagaimana keaktoran dalam pertunjukan monolog. Tapi alangkah baiknya, sebelum masuk ke bagaimana keaktoran dalam monolog, kita tahu dulu apa sejatinya…

Selengkapnya Monolog dan Keaktoran yang Mustahil