Setumpuk Data dalam Tiba Sebelum Berangkat

Norrahman Alif, lahir di Jurang Ara, Sumenep, Madura. Menulis puisi dan resensi di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Beberapa karyanya bisa dinikmati dalam Media Indonesia, Tempo, Republika, Kedaulatan Rakyat,Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Solopos, Minggu Pagi, Radar Surabaya, Merapi, Magelang Ekspres, Bangka Pos, Radar Cirbon, Koran Madura, Majalah Simalaba, Analisa, Rakyat Sultra, Banjarmasin Post, Padang Ekspres, Lampung Post, Fajar Makkasar, dll. Dapat dihubungi via akun Instagram @norrahmana atau surel norrahmanalif1995@gmail.com.
Norrahman Alif
Latest posts by Norrahman Alif (see all)

Judul               : Tiba Sebelum Berangkat Penulis             : Faisal Oddang Penerbit           : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Cetakan           : April 2018 Ketebalan        :…

Selengkapnya Setumpuk Data dalam Tiba Sebelum Berangkat

Menerangi Kegersangan: Cita-Cita dan Protes M. Yasir dalam Lukisan

Zulfikar RH Pohan, lahir di Aceh dan saat ini berdomisili di Yogyakarta. Sedang menempuh pendidikan di Pascasarsajana CRCS UGM. Email. rihanjul@gmail.com.

Ia mengakui diri sebagai penganut surealisme, sebuah pengakuan yang saya rasa tidak lahir dari tren-tren kesenian terkini. Jika ditilik lebih mendalam, muatan dari lukisan M.…

Selengkapnya Menerangi Kegersangan: Cita-Cita dan Protes M. Yasir dalam Lukisan

Suatu Pagi yang Mesti Kita Hargai dan Puisi-Puisi Lainnya

Wahyu Hidayat merupakan penulis dari Lampung. Buku terbarunya yang terbit di tahun 2019 adalah Ozlemli Olum. Ia sering memenangkan lomba cipta puisi umum dan nasional. Puisi-puisinya masuk di beberapa media dan antologi ASEAN. Saat ini ia masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Lampung. Alamat: Purwosari, Ratu Abung, Abung Selatan, Lampung Utara, Lampung. No Wa/Telepon: 088286562573, IG: Awiyazayan, dan email: wahyuhida1997@gmail.com
Wahyu Hidayat
Latest posts by Wahyu Hidayat (see all)

Suatu Pagi yang Mesti Kita Hargai . pagi yang berlari tak perlu ditarik lagi kalaupun kembali mesti kita dihargai . 1. pagi berkisah tentang mata…

Selengkapnya Suatu Pagi yang Mesti Kita Hargai dan Puisi-Puisi Lainnya

Potret Masyarakat Skizofrenia dalam Sastra

Wahyu Budiantoro lahir di Purwokerto, 10 April. Saat ini ia tercatat sebagai Kepala Sekolah sekaligus pengajar di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) Purwokerto. Beberapa tulisannya, baik esai maupun puisi dipublikasikan di koran Republika, Basabasi.co, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Bali Pos, Solo Pos, Harian Rakyat Sultra, Harian Fajar, Haluan, Minggu Pagi, Radar Mojokerto, Radar Banyumas, Analisa, Banjarmasin Post, Simalaba, Satelit Post, Nusantaranews.co, LP Maarif NU Jawa Tengah, Antologi Puisi Sastra Reboan, Antologi Puisi Banjarbaru Rainy Day Festival, Balai Bahasa Jawa Tengah (2019) dan Bulan Bahasa UGM (2019) dll. Buku pertamanya berjudul Aplikasi Teori Psikologi Sastra: Kajian Puisi dan Kehidupan Abdul Wachid B.S. (Kaldera Press, 2016). Saat ini sedang menyelesaikan naskah buku kedua tentang sastra dan komunikasi transenden. Dapat dihubungi via akun instagram @wahyubudiantoro10 dan email budiantoro.wahyu@yahoo.co.id.
Wahyu Budiantoro
Latest posts by Wahyu Budiantoro (see all)

Habermas, tokoh postmodern, pada tahun 90-an telah melihat bahwa agama kehilangan pesona religiusnya. Orang telah mengubah cara pandangnya, menjadi rasional dan modern, tak terkecuali di…

Selengkapnya Potret Masyarakat Skizofrenia dalam Sastra

Luka yang Manis

Faris Al Faisal lahir dan tinggal di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Menulis fiksi dan non fiksi. Karya fiksinya adalah novella Bunga Narsis Mazaya Publishing House (2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018), dan Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk Ke Muara Kerinduan Ke Laut Impian Rumah Pustaka (2018). Sedangkan karya non fiksinya yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017).
Tulisannya berupa puisi, cerma, cernak, cerpen, dan resensi. Telah tersiar ke berbagai media massa cetak dan media massa daring baik lokal, nasional maupun Malaysia. Tulisan lainnya terhimpun dalam berbagai antologi puisi dan cerpen.
Email ffarisalffaisal@gmail.com, Facebook www.facebook.com/faris.alfaisal.3, Twitter @lfaisal_faris,IG @ffarisalffaisal, Line ffarisalffaisaldan SMS/WA 0811-200-7934.
Faris Al Faisal
Latest posts by Faris Al Faisal (see all)

/1// LUSA hanya bisa menatap punggung kekasihnya yang melangkah pergi meninggalkannya. Tampak bekas tapak-tapak alas sepatunya di atas jalanan yang bersalju hingga hilang di kelokan…

Selengkapnya Luka yang Manis