Lagu Tanpa Lirik dalam Lukisan Briyan Farid

Briyan Farid kelahiran Kudus, 29 Februari 1992, beralamat asal di Gondosari Rt 05 Rw 03, Gebog, Kudus. Domisili di Desa Macanan Rt 22, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Korespondensi melalui surel briyanisme@gmail.com, 081215534753 (HP/WA), Instagram, briyan_farid, FB (Briyan Farid), Twitter (@briyan_farid). Keahlian: Painting, Drawing, Ilustrasi.

Penghargaan :
1. Pemenang “FBS Award 2014” Kategori Seni Rupa Murni, FBS Unnes Semarang 2014
2. Peraih beasiswa residensi Seniman Pasca-terampil (SPt) di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, 2019
3. Finalis UOB Painting Of The Year 2019
Briyan Farid
Latest posts by Briyan Farid (see all)

Menggambar adalah kesenangan saya sejak kecil, terutama mulai kelas 3 SD sering ikut lomba menggambar. Kesenangan itu terus berlanjut sampai SMP, namun SMA saya vakum…

Selengkapnya Lagu Tanpa Lirik dalam Lukisan Briyan Farid

Puisi-puisi Lamuh Syamsuar

Lamuh Syamsuar, Lahir di Lombok Tengah, 1987. Menyelesaikan Studi S1 di IKIP Mataram. Puisi-puisinya pernah disiarkan di Suara NTB, Lombok Post, Jurnal Sastra Santarang, Bali Pos, Banjarmasin Post, Harian Rakyat Sultra, Riau Pos dan Basabasi.co. Buku puisi keduanya, Mata Damar (Yogyakarta, 2019)

FB: Lamuh Syamsuar
IG: @lamuhsyamsuar
Lamuh Syamsuar
Latest posts by Lamuh Syamsuar (see all)

Pembungkus Jiwa                                     :Tuan Guru Lenser . aku lahir. di tanah tandus udara dan api terperam di dalamnya . seorang alim baru saja pergi merelakan…

Selengkapnya Puisi-puisi Lamuh Syamsuar

Membaca Aldi Lamaga, Meresapi Patah Hati

Risen Dhawuh Abdullah, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia di Universitas Ahmad Dahlan. Menulis puisi dan cerpen. Karyanya tersiar di berbagai media cetak maupun daring. Buku antologi cerpen pertamanya: Aku Memakan Pohon Mangga. Berdomisili di Bantul dan bergiat di komunitas belajar sastra Jejak Imaji.
Latest posts by Risen Dhawuh Abdullah (see all)

Setiap kalimatnya adalah kelokan sungai. Kita dipaksa untuk terus mengikuti air yang mengalir dengan tenang, dan menemui kelokan-kelokan yang ada. Di sepanjang perjalanan kita disuguhi…

Selengkapnya Membaca Aldi Lamaga, Meresapi Patah Hati

Menyelisik Eksistensi Agama Lokal dalam Karya Sastra

Hadi Prasetyo, Pemelajar sastra dan turunannya. Alumnus Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini sedang memperpanjang status di UGM sebagai mahasiswa Pascasarjana Ilmu Sastra. Bertegur sapa dengannya dapat melalui surel: hadiprasetyo@mail.ugm.ac.id atau Instagram: @hadi.prast.
Hadi Prasetyo
Latest posts by Hadi Prasetyo (see all)

            Apa yang coba disajikan dalam tulisan ini ialah gambaran dari sebuah peristiwa, peristiwa keagamaan dalam kehidupan kenegaraan. Lebih jauh, peristiwa itu bahkan telah menjadi…

Selengkapnya Menyelisik Eksistensi Agama Lokal dalam Karya Sastra

3 Cerita Mini Jorge Luis Borges

Zumrotush Sholihah, lahir di Yogyakarta, 5 Mei 2003. Sedang menimba ilmu di SMA N 5 Yogyakarta. Bukunya yang sudah terbit berupa novel berjudul Pelukis Cilik (DAR! Mizan, 2016) dan Najwa Rindu Ayah (Indivamedia Kreasi, 2018). Tinggal di Bantul, Yogyakarta.
Latest posts by Zumrotush Sholihah (see all)

Sebuah Dialog tentang Dialog A: Kami tersedot dalam diskusi mengenai kehidupan yang kekal, membiarkan malam tiba tanpa cahaya dari lampu, sehingga kami tidak dapat melihat…

Selengkapnya 3 Cerita Mini Jorge Luis Borges