Satan, Skizofrenia, dan Cerita dari Bukit Selatan

Ilham Rabbani, lahir di Lombok Tengah, 9 September 1996. Aktif di komunitas sastra Jejak Imaji, Kelas Sunyi, dan Forum Apresiasi Sastra (FAS) LSBO PP Muhammadiyah. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Sekolah Menulis Balai Bahasa DIY angkatan I (2016). Saat ini menempuh studi di Pascasarjana Ilmu Sastra, Universitas Gadjah Mada (UGM). Beralamat di Jagalan, Banguntapan, Bantul, D.I. Yogyakarta.
Ilham Rabbani

Judul               : Belfegor dan Para Penambang Penulis             : Kiki Sulistyo Penerbit           : Basabasi Cetakan           : I, Maret 2018 Tebal               : 172 halaman ISBN               : 978-602-391-385-5…

Selengkapnya Satan, Skizofrenia, dan Cerita dari Bukit Selatan

Menggambar adalah Jalan Ninjaku

Melia Tri Pamungkas, lahir di Purbalingga 1994. Peraih juara satu kaligrafi lukis Pekan Seni Mahasiswa Muhammadiyah 2017. Beberapa kali mengikuti pameran bersama seperti Drawing Nusantara 2015, Nandur Srawung 2015, Drawing Wayang 2016, dll. Banyak membuat ilustrasi dan cover buku. Dapat di hibungi via surel: meliatripamungkas94@gmail.com
Melia Tri Pamungkas
Latest posts by Melia Tri Pamungkas (see all)

Saya mulai merasakan batin bergidik sekaligus adem dengan keindahan dan anggunnya lanskap jagat raya. Semuanya mewujud hingga bisa terlihat oleh mata manusia, namun tidak semua…

Selengkapnya Menggambar adalah Jalan Ninjaku

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui KKG

Risen Dhawuh Abdullah, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia di Universitas Ahmad Dahlan. Menulis puisi dan cerpen. Karyanya tersiar di berbagai media cetak maupun daring. Buku antologi cerpen pertamanya: Aku Memakan Pohon Mangga. Berdomisili di Bantul dan bergiat di komunitas belajar sastra Jejak Imaji.
Latest posts by Risen Dhawuh Abdullah (see all)

Dinamika dalam dunia pendidikan saat ini sejatinya merupakan tantangan bagi para guru untuk mengukur sejauh mana komitmen mereka dalam mengembangkan dan mengimplementasikan keilmuannya untuk mendidik…

Selengkapnya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui KKG

3 Sajak 1 Tubuh Tentang Riwayat Penemuan dan Penyesalan Sumbi

Daffa Randai, lahir di Srimulyo, Madang Suku II, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan pada 22 November 1996. Alumnus mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, konsentrasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Presiden komunitas Pura-Pura Penyair. Buku tunggal perdana: Rumah Kecil di Kepalamu (Purata Publishing, 2018). Beberapa puisinya terbit di buku antologi bersama, media cetak dan online. E-mail: randaidaffa22@gmail.com, Instagram: @randaidaffa96, Ponsel/WhatsApp: 0822-8245-2892.
Latest posts by Daffa Randai (see all)

3 SAJAK 1 TUBUH TENTANG RIWAYAT PENEMUAN DAN PENYESALAN SUMBI . Riwayat dari rahim babi rusa aku tumbuh lalu diasuh oleh kemegahan hidup. tercatat sebagai…

Selengkapnya 3 Sajak 1 Tubuh Tentang Riwayat Penemuan dan Penyesalan Sumbi

Menemukan Kesucian di Balik Kesunyian

Mohammad Ali Tsabit, lahir di Jenangger, 1 November 1996. Saat ini tinggal di Yogyakarta dan berproses di Komunitas Kutub. Karyanya berupa puisi dan esai dimuat di beberapa media, baik cetak maupun daring. Puisinya juga termaktub dalam kumpulan puisi penyair muda Madura, Ketam Ladam Rumah Ingatan. Agitasi pada Sebuah Pagi (2019) adalah buku puisi tunggalnya.
Mohammad Ali Tsabit
Latest posts by Mohammad Ali Tsabit (see all)

Dalam sajaknya “Sunyi itu Duka”, Amir Hamzah memberi pengertian tentang sunyi. Ia berujar: Sunyi itu duka Sunyi itu kudus Sunyi itu lupa Sunyi itu lampus…

Selengkapnya Menemukan Kesucian di Balik Kesunyian

Kutukan Batu

Zulhamus Syafira lahir di Sleman, Yogyakarta pada 18 Februari 2001. Mahasiswa UIN SUNAN KALIJAGA. Tulisannya termaktub dalam antologi puisi "Anggrainim, Tugu dan Rindu" (2018) , antologi puisi "Metafora dari Rahim Batu" (2018). Bergiat di Komunitas Pecinta Sastra Indonesia (Kompensasi).
Zulhamus Syafira
Latest posts by Zulhamus Syafira (see all)

“Kau telah gagal Bandung! Bagaimana kau bemimpi untuk miliki jiwa dan ragaku jika seribu candi saja tak sanggup kau bangun?” “Aku mencintaimu Roro, bagaimanapun juga…

Selengkapnya Kutukan Batu