Puisi-Puisi Polanco S. Achri; Berteduh di Sebuah Kedai

Sebelum Hujan Deras Datang

Ada seekor burung terbang di langit mendung,        

dapati hangus terbakar sebuah kampung.

Betapa perang semakin erat mengepung,

dan kesedihan terus sahaja datang merundung.

(2019-2020)

Berteduh di Sebuah Kedai

Di sudut kedai, seorang lelaki tua tampak murung;

lama dipandangi sebuah papan permainan catur.

Dikisahkannya kemalangan datangi-berkunjung:

teman telah gugur, dan kemarin lusa baru dikubur.

(2019-2020)

Selepas Mendengarkan

Nasib Malang dari Lelaki Tua

Tergeraklah hati guna menghibur,

lantas mengajak memainkan catur.

Betapa sulit menata dan mengatur,

kehidupan yang terlampau kabur.

(2020)

Langit Sudah Terang,

Pemuda Pengembara Pamit

Hendak Lanjutkan Perjalanan

Adapun lelaki tua berkata biar dirinya yang membayar minuman

pemuda pengembara pun tiada kuasa menolak tulus kebaikan.

Dimasukanlah bidak tanpa peduli menang-kalah ke dalam kotak;

tapi mereka yang pergi akan tetap meninggalkan sebuah isak.

(2019-2020)

Catatan Pemuda Pengembara

Kala Berhenti di Bawah Pohon Berbunga

Di bawah pohonan berbunga, terdengar indah merdu suara:

lonceng-lonceng bambu, yang ditiup-digerakkan embus angin.

Segera sahaja diri teringat masa kanak di rumah sederhana:

menyusun balok jadi dunia, membentuk lilin jadi yang diingin.

(2019-2020)

Ilustrasi: Pratomo Bangun

Polanco S. Achri
Latest posts by Polanco S. Achri (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *