Memasuki Ruang Puisi

Kepala MTs Negeri 1 Sleman, Harsoyo, S.Pd., dalam kata pengantarnya di buku antologi Ruang Puisi terbitan Jejak Pustaka mengungkapkan bahwa sekolah merupakan salah satu tempat yang bisa digunakan untuk memperkenalkan dunia sastra kepada anak didik. melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik dikenalkan dengan jenis karya sastra seperti puisi, cerpen, novel, puisi rakyat dan sebagainya. Dengan mempelajari karya sastra (puisi) generasi muda diharapkan mampu menjadi pelaku kebudayaan penerus bangsa.

            Bersastra adalah mencipta. Kegiatan bersastra adalah perwujudan dari pengalaman hidup; spiritual, sosial, dan individu ke dalam media bahasa yang kita sepakati sebagai puisi. Corak puisi begitu beragam jika dilihat dari berbagai sudut pandang. Konsep kemajuan selera, bentuk, dan estetika puisi berjalan beriringan dengan kemajuan intelektual yang terus meningkat. Puisi merupakan curhatan perasaan, tetapi dalam konteks ini, puisi bukan sekadar curhatan perasaan yang sifatnya subjektif, namun imajinasi juga digunakan dalam setiap penulisan puisi. Ukuran bagus dan tidak, diserahkan kepada pembaca. Demikianlah prolog berjudul “Bermain dengan Puisi” yang ditulis Bisri Musthofa, S.Pd.

Anak-anak muda adalah harapan sekaligus penyambung tongkat estafet perjalanan dunia sastra.

            Puisi-puisi yang hadir dalam antologi Ruang Puisi merupakan hasil karya anak kelas 8E MTs Negeri 1 Sleman. Puisi siswa memiliki kecenderungan mengangkat tema orangtua, persahabatan, pendidikan, agama, dan merespons lingkungan di sekitar mereka. Puisi yang dihadirkan sangat murni dan apa adanya. Puisi Aditya Rama Putra berjudul Guruku, orang bilang pahlawan tanpa tanda lencana/ memakai baju seadanya/ namun pengetahuannya/ untuk anak didiknya. Puisi bertema lingkungan karya Alfin Nugraha S. berjudul Pohon, tanpa kau, dunia ini hampa/ menjadi tak bermakna/ akarmu sungguh berguna untuk/ mencegah bencana dan daunmu/ menyejukkan suasana.

            Harsoyo, S.Pd., berharap dengan hadirnya antologi puisi Ruang Puisi mampu menjadi cambuk tumbuh kembangnya kesusastraan di madrasah. Anak-anak muda adalah harapan sekaligus penyambung tongkat estafet perjalanan dunia sastra.

admin

9 Replies to “Memasuki Ruang Puisi”

  1. Hello there, just became aware of your blog through Google, and found that it’s truly informative. I’m going to watch out for brussels. I’ll appreciate if you continue this in future. Numerous people will be benefited from your writing. Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *