JSSP #3 2019 Resmi Berakhir

Closing ceremony pameran patung Jogja Street Sculpture Project #3 (JSSP #3), bertempat di Pendhapa Art Space, 10 Desember 2019. Acara JSSP #3 secara simbolis ditutup dengan penyerahan buket bunga dari Dunadi selaku perwakilan Asosiasi Pematung Indonesia (API) kepada Dra. Yuliana Eni Lestari Rahayu perwakilan dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Closing ceremony dimeriahkan oleh Ngguya Ngguyu, sanggar seni RNB, dan Lentera Keroncong.

JSSP ialah proyek seni patung di ruang publik  yang hadir sebagai bentuk kontribusi pematung atas perkembangan dinamika ruang hidup masyarakat. JSSP #3 2019 mengusung tema “Pasir Bawono Wukir” yang merespons garis imajiner dan sumbu filosofis Yogyakarta. Proyek ini menjadi platform intervensi artistik yang bukan semata menambah keindahan ruang, namun juga diikhtiarkan sebagai medium pemantik kesadaran masyarakat akan dinamika sosial yang terjadi. Gagasan-gagasan kontemporer dalam JSSP secara sadar telah memproduksi generator kreativitas bagi tumbuhnya berbagai persepsi publik yang cerdas terhadap ruang hidupnya. Lahirnya kesegaran interpretasi kreatif ini menjadi passion bagi JSSP untuk merevitalisasi peran strategis ruang publik sebagai laboratorium seni dan kreatifitas.

“Semoga di JSSP selanjutnya lebih baik lagi dari JSSP #3. Pameran patung menjadi inspirasi masyarakat di area Gumuk Pasir dan Merapi untuk menarik wisatawan datang berkunjung dan inovasi lokasi wisata. Capaian seniman dan karyanya sangat bermanfaat dari sisi kebudayaan dalam lingkup yang luas yaitu D.I. Yogyakarta. Harapannya terjadi regenerasi seniman muda dan bisa merambah kancah internasional. Semoga JSSP selanjutnya bisa bekerja sama dengan API dalam merumuskan program kebudayaan dan melahirkan karya yang bagus,” ujar Rosanto Bima Pratama, S.Sn., selaku ketua panitia JSSP #3 2019 dalam laporan pelaksanaannya.

JSSP #3 telah melaksanakan berbagai program yaitu pameran maket, pemeran utama karya patung dari tanggal 17 November-10 Desember 2019. Melibatkan tiga lokasi yaitu, Gumuk Pasir, kota, dan Merapi, turut andil berpartisipasi 33 seniman patung nasional dan Malaysia. Workshop membuat patung di Gumuk Pasir dan Merapi, tour kamisan yang dilaksanakan tiga kali, performing art ruang publik merespons patung karya seniman, artis talk bersama pematung, seminar JSSP #3, dan lomba photocontest yang diraih oleh Bayu Yulian sebagai foto terbaik dan Novi Sumiyani pemenang like terbanyak di instagram.

“JSSP #3 telah terlaksana dengan baik dan lancar, melalui proses panjang selama delapan bulan. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja keras dari seluruh pihak seperti panitia, API, dan para seniman. Kegiatan JSSP menjadi daya tarik wisata untuk masyarakat di lokasi karya ditempatkan di titik strategis pariwisata. Patung-patung karya seniman sangat ikonik dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang melihatnya. Begitu pun workshop membuat patung sangat luar biasa dan disambut baik oleh warga sekitar Gumuk Pasir dan Merapi dan berdampak positif. Harapannya JSSP selanjutnya pada tahun 2021 bisa berada di desa budaya. Terdapat 56 desa budaya di D.I. Yogyakarta dan 20 desa mandiri budaya. Dengan adanya JSSP semoga bisa menciptakan tumbuhnya desa budaya baru,” ungkap Dra. Yuliana Eni Lestari Rahayu dalam sambutannya.

Reporter: Jemi Ilham Foto: Tim JSSP #3

Jemi Batin Tikal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *